RETOUCH PROJECT

Jumat, 02 Juni 2017

Era Propoganda

Agaknya timeline di beranda facebook akhir-akhir ini dipenuhi dengan kalimat dan gambar yang kira-kira berbunyi seperti ini "saya pancasila, saya Indonesia". Fenomena yang hampir mirip seperti ini selalu saja terjadi di Indonesia, khususnya di dunia maya. Kemarin-kemarin kita dihebohkan oleh beberapa status facebook oleh orang-orang yang membela seseorang dengan memasang status facebook yang sama hingga 7juta status. Aku tak tahu apakah hal tersebut sudah mencapai 7juta status atau belum, jika iya maka siapa yang akan menghitungnya dan untuk apa hasil perhitungan statusnya.
Di jaman yang serba internet  seperti sekarang ini gampang sekali bagi sekelompok orang untuk memviralkan sesuatu. Bagiku memviralkan hampir sama seperti propoganda. Jika di masa orba pemerintahnya melakukan propoganda sejarah melalui buku-buku paket yang ada di sekolah serta film-film perjuangan, maka di masa sekarang media untuk melakukan propoganda semakin berkembang lebih pesat dan lebih menjangkau ke pribadi orang-orang yang menjadi sasaran propoganda. Lebih menjangkau ke pribadi manusia karena menurutku di era ini informasi lebih cepat tersebar dikarenakan teknologi yang sudah semakin canggih. Cukup hanya di dalam genggaman tangan kita sudah bisa melihat apa yang sedang terjadi di negeri ini, terlepas dari berita yang kita dapat palsu atau pun fakta. Sosial media menjadi alat propoganda yang paling sempurna dan muktahir di jaman sekarang ini. Penggunaan internet telah meluas dari hanya sekedar media transfer data militer di masa lalu hingga menjadi wadah untuk menyebarkan opini. Aku tak tahu mesti bersyukur atau merasa terpuruk hidup dan terjebak di dalam era ini. Di satu sisi aku mendapat manfaat yang cukup besar dari luasnya perkembangan informasi, namun di sisi lain aku sering merasa seperti ada perang dingin yang sedang terjadi di negeri ini walau hanya di dunia maya.